Berita


Kalender

Mei 2024

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

Profil YPIP Surabaya


Program PPQ SMPIT Permata


KESEMPATAN YANG SAMA

 

Oleh: Handika Putra, S.Pd

(Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Permata)


Ramadhan tiba.. ramadhan tiba… tiba tiba ramadhan …. tiba tiba ramadhan (Nyanyi pakai nada Ramadhan tiba)

Bulan Rajab telah tiba, itu pertanda sebentar lagi tamu istimewa bernama ramadhan akan menyapa semua umat muslim.

Alhamdulillah masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menikmati manisnya beribadah di bulan suci setiap tahunnya. Satu sisi syukur yang amat luar biasa saya rasakan, namun di sisi yang lain ada rasa takut yang terus menghantui.

Saya tidak akan panjang lebar menjelaskan bagaimana bentuk rasa syukur yang saya lakukan dan rasakan, apalagi menjelaskan makna puasa dan indahnya ramadhan. Itu sudah cukup banyak dituliskan, dibuat podcast, vlog, dll oleh orang-orang hebat diluar sana.

Nah, saya ingin menuliskan bagaimana rasa takut yang terus mengampiri diri di setiap tahunnya, khususnya di bulan ramadhan. Barangkali merasakan hal yang sama, berarti kita satu frekuensi (tos dulu). Di Ramadhan sebelum-sebelumnya seperti biasa, semangat untuk menuliskan target ibadah selama 1 bulan tentu sudah dilakukan.

Listnya panjang dan tentu jumlahnya tidak seperti hari-hari biasa, iya dong mumpung bulan ramadhan kan. Target ibadah tidak tanggung-tanggung jangan kasih ampun. Sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin.

Maha besar Allah dengan segala kuasa-Nya, list ibadah yang panjang tanpa ampun bisa dilalui dengan cukup maksimal, predikat hampir sempurna InsyaAllah. Bagaimana tidak, situasi dan kondisi sangat mendukung. Apalagi teman-teman di luar sana target ibadahnya tidak kaleng-kaleng, berkali-kali lipat dari yang saya buat.

Betul memang, kalau berkaitan dengan ibadah lihatlah orang-orang di sekitar kita yang ibadahnya jauh lebih berkualitas dan berkuantitas. InsyaAllah akan jadi motivasi tersendiri, makannya kumpul dengan orang-orang sholih.

Sebulan telah dilalui, mulai masuk bulan Syawal. Beberapa ada yang sedih ramadhan telah usai, beberapa ada yang “aku bebas” karena sudah tidak puasa lagi. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang sedih ditinggal ramadhan. Saat lihat youtube, berseliweran video-video ceramah singkat yang isinya “jangan jadi hamba ramadhan”, “istiqomahkan ibadahmu, meski ramadhan telah usai”, “ramadhan jadi santri, syawal jadi preman”. Nah dari sini, rasa takut itu mulai muncul.

Takut menjadi hamba yang merugi, karena rajin ibadahnya hanya musiman. Takut ibadah selama Ramadhan tidak berbuah pahala, karena niatnya tidak tulus karena Allah. Dan takut yang lainnya, sangat panjang kalau dituliskan.

Pertanyaannya, apakah ramadhan tahun ini sama seperti sebelum-sebelumnya? Rajin ibadahnya hanya musiman? Setiap tahun selalu mendapatkan kesempatan yang sama, namun tidak ada perubahan apa-apa.

Semakin jauh meninggalkan bulan ramadhan, semakin menurun kualitas ibadahnya. Bahkan amalan spesial di bulan ramadhan, sudah tidak dilakukan. Naudzubillah. Apakah akan terus begitu? Kok yakin masih diberi kesempatan bertemu bulan ramadhan? Apakah ada jaminan? Saya rasa tidak.

Sebagai seorang muslim, Alhamdulillah masih diberikan rasa bahagia ketika tahu ramadhan sebentar lagi akan datang. Rasa bahagia tersebut, terus diupgrade menjadi komitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Dari komitmen, dilanjutkan menjadi keistiqomahan tanpa henti. Puncaknya mengajak orang sekitar untuk melakukan hal yang sama sehingga bisa menjadi pahala jariyah. Kalau kita bersungguh-sungguh, InsyaAllah akan ada jalan kemudahan yangn sudah Allah siapkan.***

Cari